FYI, season dua ini datang empat tahun setelah musim pertama menutup bayang-bayang hutan. Berbeda dari pertamanya yang butuh waktu membangun dunia, serial ini langsung menabur keraguan sejak detik pertama pembukaan. Bagi yang belum upgrade knowledge, serial ini memang mengadopsi game kedua dari Naughty Dog yang rilis 2020. Kamu tidak perlu bakat gaming untuk memahami Kosnya. HBO cukup memilih momen terpenting untuk diangkat, tanpa memaksa cerita terasa templated.

Tahun berlalu sejak pertemuan Joel dan Ellie di akhir musim pertama. Mereka tinggal di komunitas Jackson yang damai, tempat Joel merasa menjadi orang tua yang melindungi anak yang ia selamatkan. Tapi kedamaian itu rapuh ketika kabar datang bahwa Fireflies kembali aktif, dan situasi membuat Joel tidak bisa terus diam.

Bella Ramsey sebagai Ellie sudah tumbuh secara dramatis. Dia tidak lagi mengenakan celana jeans khas musim pertama. Suaranya juga lebih kasar, tidak lagi suka bercanda ringan saat bicara tentang cacing atau petualangan kecil. Perubahan itu tidak dipaksakan. Ramsey memasuki kulit karakter itu dengan prima, tidak hanya menampilkan ekspresi trauma secara berlebihan.

Dialog Sebagai Mekanisme Konflik

Serial ini tidak mempercayakan emosinya melalui aksi besar. Kisahnya bergerak melalui dialog, dan HBO rekayasa percakapan yang memupuk ketegangan. Balapan yang terjadi pun kecil, intim, dan berlangsung di ruang-ruang yang umum: ruang tamu, lorong rumah, sisa-sisa mobil tua yang diparkir di pinggir jalan.

Joel dan Ellie saling memotret sebelumnya dengan pertanyaan dan perasaan yang mereka sembunyikan. Pertemuan mereka, khususnya pada episode ke-2, adalah pukulan emosional yang bertahan lama. Tidak ada efek suara dramatis yang disandingkan dengan adegan itu. Cuma suara angin dan debu jalanan yang berganti dengan napas berat. Detail kecil itulah yang membuat konfrontasi terasa benar-benar nyata.

Perhatian HBO terhadap environment juga tidak mengecewakan. Ruang-ruang konsentrasi dan detail rumah mewakili kondisi psikologis tiap karakter. Gambar piringan CD yang tersembunyi, surat yang tidak dikirim, jejak-jejak pakaian yang tidak dicuci menjadi indikasi bahwa masing-masing karakter menyimpan rahasia yang mereka tanggung dengan berat.

Apakah Musim Dua Lebih Baik dari Musim Pertama

Membandingkan musim ini dengan musim pertama adalah diskusi yang sering muncul di komunitas HBO. Musim pertama lebih lambat, membangun dunia dengan sabar, memberikan ruang bagi penonton mengembangkan ketertarikan. Musim dua memiliki ketegangan yang lebih pekat, pukulan yang lebih keras, dan tidak banyak pilihan yang memberi rasa aman bagi penonton.

Secara teknis, HBO kembali mencetak standar produksi yang tinggi. Sinematografi musim ini lebih berani memotret dalam situasi gelap dan cuaca buruk. Judul pembukaan juga berubah, mengganti palette warna musim pertama dengan palet yang lebih muram, lebih dingin. Itu adalah pilihan sinematografi yang menyesuaikan perubahan emosional cerita.

Satu catatan, bagi yang sudah menguasai materi game sebelumnya mungkin menyesuaikan beberapa turn plot. Tapi bohongi, HBO tidak melakukan twist seadanya hanya untuk meninggalkan penonton terkejut. Twist yang ada tetap tercerahkan dengan emosi yang benar dari karakter.

Kelemahan yang Tetap Hadir

Jam episode ini rata-rata 55-58 menit per episode. Konflik besar dibagi dengan momen-momen yang santai. Kadang-kadang pacing episode bagian tengah terasa melambat, terutama saat kompleksitas internal karakter mengalahkan momen eksternal yang seharusnya mendorong alur cerita.

Ada beta karakter yang tidak mendapatkan perkembangan memadai, dan plot yang pada akhirnya terasa lebih sedikit dibanding jumlah karakter yang diperkenalkan. Tapi derajatnya, ketegangan emosi yang dibangun hebat menutupi banyak kelemahan struktural kecil.

Buat yang tidak masuk angin dengan genre apokaliptik, The Last of Us season dua adalah cerminan pahit tentang manusia yang mempertahankan tekad sedapat mungkin di balik murka alamiah dan ketidakadilan manusia. Tidak banyak serial sekarang yang berani bertahan pada refleksi tentang trauma tanpa membersihkannya dengan happy ending palsu.